Kompresor Screw atau Piston? Kapan Usaha Anda Perlu Pindah ke Screw (2026)
TL;DR
Usaha Anda sebaiknya pindah dari kompresor piston ke screw kalau udara dibutuhkan terus-menerus atau dipakai lebih dari 8 jam sehari, menurut panduan Atlas Copco. Kalau piston Anda mulai menyala melebihi batas yang dirancang pabriknya, bandingkan screw dengan piston yang lebih besar. Menurut Departemen Energi AS (DOE), piston berpendingin udara, jenis yang paling umum di bawah 10 HP, umumnya dirancang menyala paling lama 50% dari waktu kerjanya; Atlas Copco menulis sekitar 60-70% untuk piston, sedangkan screw dibuat untuk menyala terus. Untuk udara yang sama pada beban penuh, screw beroli memakai sekitar 16-19 kW listrik per 100 CFM, sedangkan piston berpendingin udara memakai 22-24 kW (DOE). Menurut Survei Harga Nodal, Oktober 2026, screw 10 HP baru berkisar Rp 18-98 juta dan screw 20 HP Rp 28-104 juta ke atas, sebelum PPN, dari daftar harga publik tiga penjual untuk kelas 10 HP dan empat penjual untuk kelas 20 HP. Kalau udara hanya dipakai beberapa jam sehari dengan jeda, piston tetap cukup dan lebih murah.
Isi halaman · 8 bagian
Kapan piston masih cukup dan kapan perlu screw
Hitung dulu duty cycle piston Anda, yaitu porsi waktu motornya menyala. Pada jam kerja yang paling sibuk, catat berapa menit motor menyala dalam satu jam, lalu bagi dengan 60. Motor yang menyala 40 menit dari 60 berarti duty cycle-nya sekitar 67%.
| Pola pemakaian udara | Pilihan awal | Alasannya |
|---|---|---|
| Beberapa jam sehari, dengan jeda, dan piston masih sering berhenti | Piston | Harga awalnya lebih rendah, dan jeda pemakaian memberi piston waktu untuk mendingin ². |
| Piston menyala lebih dari sekitar 30-42 menit per jam, atau udaranya mulai kurang saat jam sibuk | Bandingkan screw dengan piston yang lebih besar | Pada angka itu, piston sudah mencapai batas waktu menyala yang umumnya dirancang pabriknya ². Kalau dipaksa menyala lebih lama, piston cepat panas dan lebih cepat aus ³. |
| Lebih dari 8 jam sehari atau sepanjang shift | Screw | Screw dirancang untuk menyala terus, sepanjang hari ². |
| Jam kerja panjang, tetapi pemakaian udara naik turun sepanjang hari | Screw inverter (VSD) | Inverter menurunkan putaran motor mengikuti kebutuhan udara; menurut DOE, penghematannya paling besar pada pola pemakaian seperti ini ¹. |
¹ Departemen Energi AS (DOE), Improving Compressed Air System Performance: A Sourcebook for Industry, edisi ketiga (2016), bagian kontrol kompresor.
² DOE menulis bahwa piston kerja tunggal berpendingin udara umumnya dirancang menyala tidak lebih dari 50% dari waktu kerjanya, walaupun sebagian sanggup sampai 80%. Atlas Copco menulis duty cycle piston sekitar 60-70% dan screw 100% (situs Mesir). Batas jam per hari berasal dari halaman kompresor screw Atlas Copco Indonesia (10 April 2026).
³ Atlas Copco Amerika Serikat, tentang risiko panas berlebih pada piston yang menyala tanpa henti dan keausan bagian bergeraknya.
Tabel ini titik awal, bukan aturan baku. Patokannya tetap duty cycle yang tertulis di datasheet piston Anda; kalau tidak tertulis, tanyakan ke dealernya. Untuk pabrik yang butuh beberapa kompresor sekaligus atau unit cadangan, tabel ini belum cukup: rencanakan sistem udaranya secara utuh bersama dealer.
Listrik yang dipakai screw dan piston untuk udara yang sama
Screw lebih hemat listrik selama unitnya bekerja penuh. Saat kebutuhan udara turun, keadaannya berbalik: menurut DOE, screw lebih boros daripada piston saat tidak bekerja penuh.
| Tipe kompresor | Listrik per 100 CFM, beban penuh | Listrik per m³/menit | Saat kebutuhan udara turun |
|---|---|---|---|
| Piston kerja tunggal berpendingin udara | 22-24 kW | Sekitar 7,8-8,5 kW | Kalau memakai kontrol start/stop, motornya berhenti dan tidak memakai listrik selama diam. |
| Screw beroli satu tahap | 16-19 kW | Sekitar 5,7-6,7 kW | Kalau memakai kontrol load/unload, motornya tetap berputar tanpa beban (unload) dan umumnya masih memakai 15-35% daya beban penuhnya. |
Sumber: DOE, Sourcebook udara bertekanan edisi ketiga (2016). Angka beban penuh berlaku pada tekanan 100 psig (sekitar 6,9 bar) dan dihitung DOE dari kebutuhan daya kompresor dengan motor berefisiensi 92%. Kolom per m³/menit kami hitung dengan 100 CFM = 2,83 m³/menit. Atlas Copco (situs Mesir) menulis angka yang searah: piston menghasilkan 3-4 CFM per HP, screw 4-5 CFM per HP.
Pada kapasitas penuh, screw inverter justru memakai lebih banyak listrik daripada screw fixed speed, karena ada rugi daya di penggerak inverternya (DOE). Jadi, kalau kebutuhan udara Anda hampir selalu penuh, screw fixed speed sudah tepat.
Cara menghitung selisih listrik untuk usaha Anda
Selisih harga screw kembali lewat penghematan listrik, dan penghematan itu bisa Anda hitung dari tagihan PLN sendiri.
Tentukan kebutuhan udara rata-rata
Pakai kebutuhan udara rata-rata selama jam kerja, dalam m³/menit; angka CFM tinggal dibagi 35,3. Kalau belum tahu angkanya, hitung dari alat yang dipakai dengan panduan jenis dan PK kompresor angin.
Kalikan dengan listrik per m³/menit
Pakai angka per m³/menit di tabel listrik di atas untuk tiap tipe. Hasilnya daya listrik rata-rata dalam kW.
Kalikan dengan jam kerja sebulan
Misalnya 8 jam sehari selama 25 hari, yaitu 200 jam sebulan. Hasilnya pemakaian listrik tiap tipe dalam kWh per bulan.
Kalikan selisihnya dengan tarif listrik Anda
Pakai tarif per kWh yang tertera di tagihan PLN Anda sendiri. Hasilnya penghematan dalam rupiah per bulan.
- 1.630 kWh, pemakaian piston per bulan
- − 1.240 kWh: 390 kWh, selisih per bulan setelah dikurangi pemakaian screw
Contohnya, untuk kebutuhan 1 m³/menit selama 200 jam sebulan, dengan angka tengah dari tabel, piston memakai sekitar 1.630 kWh dan screw sekitar 1.240 kWh, jadi selisihnya sekitar 390 kWh per bulan. Lalu bagi selisih harga kedua unit dengan penghematan rupiah per bulan; hasilnya adalah jumlah bulan sampai selisih harga itu kembali. Hitungan ini memakai angka beban penuh, jadi hasilnya adalah penghematan terbesar yang bisa diharapkan.
Harga kompresor screw dibanding piston
Bandingkan harga menurut udara yang dihasilkan, bukan menurut HP: screw 10 HP menghasilkan sekitar dua kali lipat udara piston 5 HP, atau lebih.
| Kelas, unit baru | Kisaran harga | Udara yang dihasilkan | Harga terendah dan tertinggi |
|---|---|---|---|
| Screw 10 HP (7,5 kW) | Rp 18-98 juta | Sekitar 1,0-1,2 m³/menit | Termurah screw RJC fixed speed, termahal Krisbow. |
| Screw 20 HP (15 kW) ke atas | Rp 28-104 juta ke atas | Sekitar 1,8-2,3 m³/menit pada 20 HP | Sama seperti kelas 10 HP: RJC termurah, Krisbow termahal. Unit di atas 20 HP lebih mahal. |
| Piston 3-5 HP, sebagai pembanding | Rp 8,6-42 juta | Sekitar 0,43-0,55 m³/menit pada 5 HP | Termahal unit Meiji 5 HP, jauh di atas merek lain di kelas ini. |
Survei Harga Nodal, Oktober 2026: daftar harga publik tiga penjual untuk screw 10 HP, empat untuk screw 20 HP, dan tiga untuk piston 3-5 HP, sebelum PPN, ongkos kirim, dan pemasangan; terakhir dicek 21 Oktober 2026. Angka udara diambil dari spesifikasi di listing penjual.
Di daftar satu penjual, versi inverter screw 10 HP dan 20 HP sekitar 18-22% lebih mahal daripada versi fixed speed-nya. Piston 7,5 HP ke atas juga dijual, tetapi Survei Harga Nodal belum mencatat kisarannya. Ini hanya kisaran; harga akhir tergantung penawaran dealer. Kisaran tipe kompresor lain ada di tabel harga hub kompresor.
Saat screw justru pilihan yang salah
Kalau lokasi Anda hanya punya listrik satu fase, urus dulu sambungan tiga fase ke PLN sebelum membeli screw. Listing screw 10 HP dan 20 HP dari RJC, Krisbow, dan Araki yang menyebut sumber listriknya semuanya menulis tiga fase, jadi biaya menambah daya ikut masuk hitungan pindah ke screw.
Kalau pekerjaan Anda mensyaratkan udara bebas oli, screw beroli biasa belum cukup. Menurut DOE, kebanyakan screw untuk udara pabrik adalah tipe beroli. Udara bebas oli bisa didapat dari screw tipe bebas oli (oil-free), yang harganya jauh lebih tinggi dan listriknya lebih boros, atau dari screw beroli dengan penyaringan tambahan. Sebutkan syarat ini ke dealer sejak awal.
Kesalahan umum saat pindah ke screw
Membeli screw jauh lebih besar dari kebutuhan
Screw yang terlalu besar untuk kebutuhan Anda jarang bekerja penuh, sehingga lebih boros listrik untuk udara yang sama dan selisih harganya makin lama kembali. Pilih ukurannya dari kebutuhan udara rata-rata dan tertinggi Anda sekarang. Kalau kebutuhan diperkirakan naik, sebutkan rencananya ke dealer dan bandingkan unit inverter dengan unit fixed speed yang lebih besar.
Mengira screw tidak butuh tangki udara
Menurut DOE, anggapan bahwa screw tidak butuh tangki itu menyesatkan. Tangki di dekat keluaran screw meredam naik-turun tekanan, sehingga screw tidak terus-menerus berganti antara bekerja dan tanpa beban saat pemakaian sepi, dan listriknya lebih hemat. Unit piston di daftar dealer biasanya sudah menyatu dengan tangkinya, jadi tanyakan apakah tangki termasuk dalam penawaran screw.
Membandingkan penawaran dengan tekanan dan isi paket yang berbeda
Listing dealer menulis udara yang dihasilkan screw pada tekanan yang berbeda, dari 8 sampai 13 bar, jadi angkanya belum tentu bisa dibandingkan langsung. Isi paketnya juga bisa berbeda: satu penjual menawarkan screw 10 HP dalam paket “3 in 1”. Minta setiap dealer menulis udara yang dihasilkan pada tekanan kerja Anda dan apa saja yang termasuk dalam harganya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda kompresor screw dan piston?
Beda terpentingnya ada di berapa lama unit boleh menyala: piston perlu jeda untuk mendingin, sedangkan screw dibuat untuk menyala terus. Menurut Atlas Copco, screw juga lebih senyap, bagian bergeraknya lebih sedikit sehingga lebih jarang aus, dan bisa dipasang lebih dekat ke area kerja. Piston lebih murah dibeli, jadi cocok untuk pemakaian berselang. Cara kerja kedua jenis ada di hub kompresor.
Berapa harga kompresor screw 10 HP dan 20 HP?
Menurut Survei Harga Nodal, Oktober 2026, screw 10 HP baru berkisar Rp 18-98 juta dan screw 20 HP Rp 28-104 juta ke atas, sebelum PPN, dari daftar harga publik tiga penjual untuk kelas 10 HP dan empat penjual untuk kelas 20 HP. Rentangnya lebar karena merek: RJC paling murah, Krisbow paling mahal. Harga akhir tergantung penawaran dealer, termasuk isi paketnya dan pilihan fixed speed atau inverter.
Kapan perlu kompresor screw inverter (VSD)?
Kalau jam kerjanya panjang dan pemakaian udara naik turun sepanjang hari. Inverter menurunkan putaran motor mengikuti kebutuhan udara, sehingga screw tidak banyak berputar tanpa beban. Kalau kebutuhan udara Anda hampir selalu penuh, screw fixed speed sudah cukup dan lebih murah; di daftar satu penjual, versi inverter sekitar 18-22% lebih mahal.
Apakah kompresor screw bekas layak dibeli?
Umumnya tidak: screw dibeli untuk udara produksi yang dipakai sepanjang shift, dan untuk pemakaian seperti itu unit baru lebih aman. Alasannya ada di panduan kompresor baru vs bekas. Kalau Anda tetap mempertimbangkan screw bekas, tanyakan seberapa berat unit itu dipakai sebelumnya dan minta catatan servisnya.
Sources
Duty cycle, jam kerja, dan pemakaian listrik
Departemen Energi AS (DOE), Improving Compressed Air System Performance: A Sourcebook for Industry, edisi ketiga, 2016 (pengantar dan fact sheet 1, 5, dan 7: jam kerja piston, kontrol start/stop dan load/unload, inverter, efisiensi tiap tipe kompresor, tangki udara, screw bebas oli). Atlas Copco, halaman kompresor screw Indonesia (10 April 2026), Difference between a screw and piston air compressor (situs Mesir, tanpa tanggal), dan Choosing Between Piston and Screw Compressors (Amerika Serikat, tanpa tanggal). Semua dibaca 22 Oktober 2026.
Udara yang dihasilkan dan sumber listrik unit
spesifikasi di listing penjual, dibaca 21 Oktober 2026: Rizky Jaya Kompressor (screw RJC 10 HP dan 20 HP, fixed speed dan inverter), Ruparupa (screw Krisbow 10 HP dan 20 HP), Indotara (screw Araki 20 HP), Pusat Kompresor (piston 5 HP Shark, Meiji, Hitachi, dan Swan), dan Belanja Mesin Surabaya (paket screw 10 HP). Ini halaman publik penjual, bukan pengukuran di lokasi.
Kisaran harga screw dan piston
Survei Harga Nodal, Oktober 2026: daftar harga publik Rizky Jaya Kompressor, Ruparupa, dan Belanja Mesin Surabaya untuk screw 10 HP; ketiganya dan Indotara untuk screw 20 HP; serta Tehniq, Cahaya Nusantara, dan Pusat Kompresor untuk piston 3-5 HP. Daftar Belanja Mesin Surabaya dan Pusat Kompresor dibaca 21 Oktober 2026; daftar lainnya diambil 9 Oktober 2026 dan dicek ulang 21 Oktober 2026.
Data penawaran Nodal
tidak dipakai di halaman ini; semua angka berasal dari sumber publik.
Baca juga di Nodal
Dapatkan 3 penawaran gratis
Tulis kebutuhan udara dalam m³/menit atau CFM beserta tekanan kerjanya, berapa jam sehari udara dipakai, apakah lokasi sudah memakai listrik tiga fase, dan kota Anda di form minta penawaran. Kalau usaha Anda ada di baris “bandingkan” pada tabel kapan pindah ke screw, mintalah penawaran untuk screw dan piston sekaligus. Hingga 3 dealer terverifikasi mengirim penawaran lewat WhatsApp, sehingga unit, isi paket, dan harganya bisa Anda bandingkan.
Nodal gratis untuk pembeli; kami dibayar oleh dealer yang berlangganan pipeline.